Resensi Buku Milenial & Turnover, Generasi Milenial dalam Dunia Kerja

Resensi Buku Milenial & Turnover, Generasi Milenial dalam Dunia Kerja
Buku Milenial & Turnover

 

 

Judul Buku                     

:

 Milenial & Turnover

Penulis

:

 Sony Tan dan Maman Suherman

Jumlah Halaman

:

 XXII + 158

Penerbit

:

Kepustakaan Populer Gramedia

Cetakan

:

Cetakan I, September 2020

ISBN

:

978-602-481-450-2

 

Buku Milenial & Turnover karya kolaborasi antara Sony Tan dan Maman Suherman (Kang Maman), menjawab semua pertanyaan dari generasi sebelumnya yang dikenal dengan sebutan generasi Kolonial dalam menghadapi generasi Milenial khususnya dalam dunia kerja.

Pasalnya banyak kalangan non-generasi Milenial atau Gen X, mengganggap generasi Milenial tidak loyal dalam suatu perusahaan. Hal itu terjadi karena berbagai perbedaan zaman, yang dihadapi antara generasi Milenial dengan generasi sebelumnya.

 

"Generasi milenial yang punya sebutan Gen Y ini dikenal sebagai generasi instan, penuh percaya diri, tidak suka dikontrol, suka tantangan, kreatif, setia kawan, dan senang liburan.

Mereka sangat mudah beradaptasi dengan perubahan teknologi komunikasi dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Ini membuat cara berpikir dan bertindak generasi milenial menjadi sangat berbeda, bila dibandingkan dengan generasi sebelumnya." (Halaman 116).

Perbedaan tersebut, tidak hanya berpengaruh dalam hubungan pergaulan antar generasi. Termasuk dalam dunia kerja, yang sering menjadi konflik bagi generasi sebelumnya.

 

Alasan Turnover

Permasalahan utamanya, generasi milenial saat ini telah memasuki dunia kerja dengan tingkat turnover atau pindah kerja yang sangat cepat. Dalam kurun waktu lima tahun, terkadang generasi Milenial bisa pindah perusahaan beberapa kali.

 

"Dalam hal keinginan dan harapan pada pekerjaan, generasi Milenial dan generasi sebelumnya sama saja. Mereka sama-sama mau penghasilan yang baik, penilaian yang objektif, jenjang karir yang jelas, suasana kerja yang nyaman, dan hubungan yang asyik dengan atasan.

Bedanya, dulu generasi X dan Baby Boomer kalau merasa tidak nyaman, mau pindah kerja tidak mudah. Pilihannya terbatas, contohnya harus mencari iklan lowongan kerja di Kompas Sabtu dan Kompas Minggu.

Sekarang teknologi komunikasi dan informasi sudah jauh berkembang. Dengan adanya media sosial dan aplikasi pencari kerja.

Jika mereka merasa tidak nyaman, tinggal cari informasi lowongan pekerjaan dan mulai melamar kerja." (Halaman 28).

 

Bentuk penyajian buku ini sangat ringan untuk dibaca, yakni seperti dialog poadcast dengan format tanya jawab. Kang Maman mendapatkan peran sebagai pewawancara dan Sony Tan sebagai narasumber.

Selain itu, adapula pertanyaan dari beberapa perwakilan generasi milenial. Sehingga pertanyaan dalam buku ini tidak hanya berdasarkan asumsi Kang Maman dan Sony Tan yang masuk generasi sebelum Milenial.

 

Buku ini memiliki pandangan yang kuat tentang generasi Milenial. Kedua penulis memiliki jejak yang mumpuni tentang  dunia kerja pada generasi milenial.

Sony Tan merupakan seorang praktisi dibidang Human Resources (HR). Tesisnya dalam meraih gelar Magister Psikologi meneliti tentang kepuasaan komunikasi dan komitmen organisasi pada pekerja kelompok Milenial.

 

Sementara Kang Maman seorang penggiat literasi yang memberikan perhatian pada kalangan Milenial. Selain itu, Kang Maman memiliki segudang pengalaman di bidang penulisan dan kreatif baik sebagai jurnalis maupun sebagai orang TV.

Buku ini sangat menarik untuk kalangan HR maupun generasi Milenial itu sendiri. Selamat membaca dan menghadapi dunia kerja di era new normal.