Resensi Buku Psikologi Musik, Korelasi Manusia dan Seni Suara

Resensi Buku Psikologi Musik, Korelasi Manusia dan Seni Suara
Buku Psikologi Musik

 

 

Judul Buku

:

Psikologi Musik

Penulis

:

Djohan

Jumlah Halaman

:

320 Halaman

Penerbit

:

Kanisius

Cetakan

:

Cetakan I, 2020

ISBN

:

978-979-21-6323-0

 

Dalam dunia musik tradisional, sudah sejak lama masyarakat primordial menggunakan musik  dalam berbagai aspek kehidupannya.

 

Pada banyak masyarakat fungsi musik dapat dijelaskan melalui terminologi sosial yang eksklusif, yaitu musik digunakan dalam permainan dan tarian, mengorganisasi kerja dan perang, upacara dan ritual, penanda kelahiran, perkawinan, kematian, merayakan panen dan penobatan, serta meneguhkan kepercayaan dan kegiatan tradisi.

 

Di masa kini, musik masih memiliki kedudukan yang sama dan ditelaah lebih mendalam, guna memahami bahwa hubungan tersebut merupakan realita yang dapat dipecahkan dengan ilmu pengetahuan. Salah satunya yang dilakukan Djohan melalui bukunya Psikologi Musik.

 

Penulis mengupas hubungan di antara psikologi dan musikologi. Kedua ilmu tersebut merupakan ilmu pengetahuan yang sudah tua, tetapi untuk psikologi musik termasuk ilmu yang relatif baru.

 

Menurut Djohan hakikatnya musik adalah produk pikiran, sehingga jika masih berupa elemen vibrasi (fisika dan kosmos) dalam bentuk frekuensi, amplitudo, dan durasi belum menjadi musik bagi manusia sampai semua itu ditransformasi secara neurologis dan diintprestasikan melalui otak menjadi pitch (nada-harmoni), timbre (warna suara), dinamika (keras-lembut), dan tempo (cepat-lambat).

 

Sementara psikologi sebagai ilmu tentang pikiran dan perilaku, guna mengetahui kinerja sensori dalam menghasilkan peningkatan perkembangan otak serta memperkaya hidup manusia yang sesungguhnya.

 

 

Djohan pun menjelaskan musik memang bukan satu-satunya penyembuh, tetapi banyak manfaat yang dapat diperoleh dari musik.

 

Irama musik dari jenis musik apapun kenyataannya dapat merangsang sistem motor dan otak, sedangkan sistem tubuh lainnya juga memiliki respon yang sama dengan otak.

 

Terapi musik secara khusus sangat efektif dalam tiga bidang pengobatan yaitu pertama sakit, kecemasan, dan depresi. Kedua gangguan emosional dan fisik. Ketiga gangguan neurologis.

 

 

Dalam buku dipaparkan beberapa kasus penyembuhan yang melibatkan musik di antaranya, seorang mantan klien kanker mengatakan bahwa bernyanyi dapat membuat ia rileks dan menghilangkan kecemasan terhadap penyakit yang dideritanya.

 

Seorang anak berusia 4 tahun, klien gangguan mental menunjukkan gejala berpikir lambat, pendiam, dan terkesan frustasi.

 

Namun saat dibawa kepada seorang terapis musik, ia langsung tertarik dengan snare drum dan membunyikannya dengan semangat mengikuti irama musik yang mengiringi.

 

Dengan mengikuti ketukan irama, dia belajar tentang cara menyeimbangkan gerakan tubuhnya dengan koordinasi gerakan anggota badan lainnya. Secara tanpa disadari, ia telah belajar berkomunikasi dan menurut terapisnya, kondisi fisik dan psikis anak meningkat pesat serta tampak lebih termotivasi.

 

Selain bernyanyi dan memainkan alat musik, mendengarkan musik pun bisa membantu penyembuhan,  salah satu klien strok yang tidak mampu berjalan, ia secara rutin mendengarkan musik-musik waltz yang akhirnya terbantu untuk bisa berjalan.

 

Musik Menjaga Humanitas

 

Musik sebagai bagian dari seni adalah penting untuk menjaga humanitas, sehingga masyarakat tidak hanya mengenal realitas.

 

Mereka mengetahui kekayaan peninggalan budaya dan apresiasi bagaimana musik dapat memperkaya generasi muda dan masyarakat yang menghasilkannya.

 

 

Penulis merupakan Guru Besar di Fakultas Seni Pertunjukan, Institu Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, dosen pada Jurusan penyajian musik Program Magister dan Doktor ISI Yogyakarta, Program Magister Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana, Program Magister Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa Universitas Gadjah Mada (UGM)  dan Program Magister Pendidikan Seni Universitas Negeri Yogyakarta.

 

Buku yang ditulisnya merupakan hasil penelitian baik dari riset buku, ilmu pengetahuan yang didapat saat mengenyam pendidikan di pascarjana Fakultas Psikologi UGM yang mulai menyatukan psikologi dan musikologi, pengalaman menjadi dosen seni musik dan psikologi, serta hasil wawancara dengan orang-orang yang mendapatkan manfaat musik dalam kehidupannya secara psikis maupun fisik.

 

Buku ini sangat menarik untuk diresapi, baik untuk pembaca yang berkecimpung dalam dunia pendidikan psikologi dan musikologi, maupun yang tertarik dengan penelitian psikologi dan musikologi, dan orang-orang yang ingin mencoba menjalani penyembuhan dengan terapi musik. (*/golali.com)