Resensi Buku The Will to Meaning, Lebih Memahami dan Menerima Takdir

Resensi Buku The Will to Meaning, Lebih Memahami dan Menerima Takdir
Buku The Will To Meaning

 

 

Judul Buku                     

:

 The Will to Meaning

Penulis

:

 Viktor E Frankl

Penerjemah

:

 Gita Widya Laksmini Soerjoatmodjo

Jumlah Halaman

:

 294 Halaman

Penerbit

:

 Noura Books

Cetakan

:

Cetakan I, Agustus 2020

ISBN

:

978-623-242-148-6

 

 

Perjalanan kehidupan manusia telah digariskan Sang Pencipta, namun manusia seringkali tidak menerima takdir yang telah ditetapkan Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga manusia mengalami komplik batin dalam dirinya, guna menghadapi semua ketetapan Tuhan YME sebagai pemilik kehidupan.

 

Dalam buku The Will to Meaning karya Viktor E Frankl menjabarkan tentang salah satu terapi dalam wilayah kesehatan jiwa, yakni logoterapi.

 

Logoterapi sejatinya memang sebuah terapi, terapi yang diarahkan bukan untuk menyembuhkan tetapi justru untuk mengubah sikap manusia terhadap takdir yang tak dapat diubah. (Halaman 18)

 

Penulis mengisahkan bagaimana logoterapi diterapkan, saat ia mendapatkan client seorang dokter tua yang datang berkonsultasi karena depresi setelah istrinya meninggal dunia. "Menggunakan bentuk dialog Sokratres,  saya meminta apa yang sekiranya akan terjadi apabila justru ia, bukan istrinya, yang meninggal terlebih dahulu. "Ia tentu menderita", demikian jawabnya. Saya menjawab, "Tidakkah Anda melihat, Dokter, bahwa istri Anda terbebas dari penderitaan yang begitu berat, dan Andalah yang membebaskan; dan kini Anda menanggung beban tersebut dengan bertahan hidup dan berduka untuknya". Dialog tersebut membawanya untuk menemukan makna dari penderitaan, yaitu makna dari sebuah pengorbanan demi istrinya. (Halaman 185)

 

Melalui buku ini, pembaca diajak memantapkan pemahaman tentang makna takdir. Hal terpenting adalah takdir tidak bisa diubah, jika bisa maka itu bukanlah takdir. Namun manusia dapat mengubah dirinya, jika tidak bisa maka ia bukanlah manusia. (Halaman 121)

 

Menurut penulis, logoterapi bukanlah obat segala penyakit, logoterapi tidak selalu bisa diaplikasikan untuk semua pasien dengan derajat keberhasilan yang sama. (Halaman 174)

 

 

Penulis merupakan profesor neurologi dan psikiatri di sekolah Kedokteran Universitas Wina (University of Vienna Medical School). Sebanyak 35 buku karyanya telah dialih bahasakan ke dalam 40 bahasa. Viktor E Frankl telah meninggal pada 1997, namun hasil penelitiannya masih digunakan dalam bidang kesehatan mental dan bukunya diterbitkan diberbagai negara.