Resensi Buku Toos Pilot Uji Helikopter, Perjalanan Sang Guru Penerbangan

Resensi Buku Toos Pilot Uji Helikopter, Perjalanan Sang Guru Penerbangan
Buku Toos Pilot Uji Helikopter

 

 


Judul Buku     

:

Toos Pilot Uji Helikopter

Penulis

:

Antonius Toos Sanitioso

Halaman

:

xxx + 164 halaman

Penerbit

:

Kepustakaan Populer Gramedia

Cetakan

:

Cetakan I, 2018

ISBN

:

978-602-424-716-4

 

 

Buku Toos Pilot Uji Helikopter dapat menjadi pemicu, kepada setiap pembaca dalam mencapai cita-cita dan mimpi dengan penuh perjuangan.

Buku ini merupakan buku autobiografi atau otobiografi, Capt Antonius Toos Sanitioso, seorang pilot uji helikopter yang mengisahkan perjalanannya meraih asa yang dipupuknya sejak belia. 


Pria kelahiran Kabupaten Purwakarta pada 8 September 1950 ini, tidak pernah mendapatkan restu kedua orangtuanya untuk menjadi seorang penerbang. Untuk itu, setelah lulus SMA, Toos berkuliah di Fakultas Teknik Sipil, Universitas Katolik Parahyangan Bandung.


"Saya tetap memendam cita-cita untuk menjadi penerbang. Diam-diam saya mencari uang di luar jam kuliah, sambil mencari cara untuk belajar terbang.


Untunglah, Bandung adalah surga bagi para penghobi terbang, dan di sini pun terdapat industri pesawat terbang milik pemerintah Indonesia, PT Nurtanio (kini PT DI).

Saya pun mulai belajar terbang layang dan mengikuti berbagai perlombaan. Hingga menyabet gelar Juara II pada Kejuaraan Terbang Layang di Pacitan, Provinsi Jawa Timur. 

Hal ini membuat orangtua saya tahu dan meminta saya menghentikan hobi yang menurut mereka berbahaya. Tetapi saya terus meneruskan hobi terbang ini, bahkan setelah bekerja di perusahaan kontruksi Indonesia - Jepang, PT Prominantor," (Halaman 3 - 4).

Tekun belajar terbang, pada 1976 Toos pun mendapatkan lisensi Private Pilot License (PPL) sebagai izin untuk penerbangan pribadi. Kemudian pada 1979, Toos memiliki   commercial pilot license (CPL). 


Keseriusannya dalam menjadikan hobinya sebagai profesi, Toos lakukan dengan menerima tawaran bekerja sebagai pilot pada PT Nurtanio sekitar awal 80an dan meninggalkan pekerjaan terdahulunya.

Setelah bergabung dengan industri pesawat berplat merah ini, Toos mengikuti berbagai pendidikan di dalam negeri maupun luar negeri. 

Sebagai pilot, Toos pernah mendapatkan kesempatan menerbangkan helikopter untuk mengantarkan pejabat setingkat menteri sampai Presiden Indonesia, kala itu Soeharto. 

"Bahkan selama 16 tahun, saya adalah pilot helikopter untuk tugas-tugas yang dilakukan Menteri Riset dan Teknologi BJ Habibie  sampai beliau menjadi Wakil Presiden pada 1998," (Halaman 58).


Buku ini pun mengupas pengalaman panjang Toos dengan  industri pesawat dalam dan luar negeri. Tak hanya berkaitan dengan mengemudikan burung besi saja. Termasuk cerita kehilangan beberapa sahabatnya, yang gugur saat bertugas.

Setelah pensiun dari PT DI pada 2005, Toos sempat bekerja pada perusahaan pesawat milik swasta yakni Aviation Services (2005-2010) dan Whitesky Aviation (2010 - 2016). Toos menghembuskan nafas terakhir pada 2016 setelah berjuang melawan sakit.

Buku ini merupakan hasil tulisan Toos yang ingin membuat buku saat beliau masih hidup, namun mimpinya baru terwujud setelah sang guru penerbangan tersebut meninggal dunia. 

Selain mengisahkan perjuangan Capt. Toos dalam mewujudkan mimpinya, buku ini pun memberikan cakrawala baru tentang seluk-beluk terkait beragam jenis pesawat. Ditambah beragam foto tentang kedirgantaraan yang membuat pembaca dapat melihat hal-hal yang dijabarkan dalam buku. Selamat membaca. (*/golali.com)