Resensi Buku Trisurya, Menyingkap Tabir Misteri Komunikasi dengan Trisurya

Resensi Buku Trisurya, Menyingkap Tabir Misteri Komunikasi dengan Trisurya
Buku Trisurya Karya Liu CIxin

 


Judul Buku                     

:

Trisurya

Penulis

:

Liu Cixin

Penerjemah

:

Oni Suryaman

Jumlah Halaman

:

471

Penerbit

:

Kepustakaan Populer Gramedia

Cetakan

:

Cetakan I, September 2019

ISBN

:

978-602-481-133-4

 

Novel fiksi sains karya Liu Cixin ini memberikan gambaran baru dan mengajak pembaca, mengenal ilmu fisika dengan bahasa yang ringan sehingga dapat dimengerti orang yang awam ilmu tersebut. Mengambil latar waktu cerita kala terjadinya Revolusi Kebudayaan di Tiongkok yang terjadi pada 1960an, sampai suasana di Negara Tirai Bambu tersebut kembali tenang.

 

Melalui alur maju mundur tentang kisah trauma seorang ahli astrofisika bernama Ye Wenjei, yang melihat langsung ayahnya Ye Zhetai seorang profesor fisika yang tewas  karena peristiwa tersebut. Ye yang dalam kondisi tertekan, diasingkan dan bertemu dengan beberapa orang yang membuat dirinya kehilangan kepercayan kepada orang lain.

 

Berkaitan dengan keahliannya dalam bidang astrofisika, Ye berusaha untuk berkomunikasi dengan pihak asing, yang menurutnya berada di matahari dan bisa dipercaya dapat memberikan solusi bagi kehidupan di bumi.

 

Dalam perjalannya di bumi, Ye bertemu dengan orang lain yang sepaham dengan dirinya, membentuk Organisasi Bumi Trisurya (OBT). Dalam organisasi tersebut, Ye berkedudukan menjadi Panglima OBT.

 

Mulanya dalam pengumpulan masa mereka berkomunikasi secara langsung, hingga akhirnya pola rekrutmen mereka lakukan melalui permainan game bernama Tiga Benda. Aspek yang paling mengejutkan di Gerakan Bumi - Trisurya ternyata ada banyak orang yang telah kehilangan harapan atas peradaban manusia, membenci peradaban, dan bersedia mengkhianati spesies mereka sendiri, bahkan memiliki cita-cita tertinggi  melenyapkan seluruh umat manusia, termasuk diri mereka sendiri dan anak cucu mereka (Halaman 370).

 

Gerakan ini tercium pihak berwenang, dipicu kematian para ilmuwan tanpa diketahui penyebabnya secara pasti. Pembaca akan dibawa untuk menyelidiki kasus ini dengan kehadiran tokoh Wang Miao seorang peneliti nanomaterial, yang tanpa sengaja masuk ke dalam permainan Game Tiga Benda.

 

Bagaimana semua kasus itu bisa terjawab, penulis dengan piawai menuliskannya dengan detail. Novel yang telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris ini, telah mendapatkan berbagai penghargaan di antaranya Hugo Award 2015, Kurd-LaBwitz-Preis 2017, dan Premio Ignotus 2017.