Ribuan Pengusaha Jasa Pernikahan Kota Bandung Terdampak Covid-19

Ribuan Pengusaha Jasa Pernikahan Kota Bandung Terdampak Covid-19
ilustrasi pixabay

 

BANDUNG (golali.com) - Wabah Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020, menyebabkan ribuan pengusaha jasa pernikahan di Kota Bandung tidak mendapatkan pesanan. Pasalnya, pemerintah melarang acara yang menimbulkan kerumunan orang seperti resepsi pernikahan. 

"Kalau dari WO (Wedding Organizer) di Kota Bandung ada 200 lebih. Belum organisasi lain seperti katering. Jadi yang terdampak itu ada ribuan pengusaha dan ribuan pekerja. Itu bisa lebih banyak lagi karena satu pengusaha dekorasi saja, bisa ratusan pegawai," keluh Ketua Forum Aspirasi Pengusaha Jasa Pernikahan Kota Bandung, Aries Ismullah Ardiansyah dalam rilis Humas Pemkot Bandung yang diterima golali.com, Rabu (17/6/2020).

Forum Aspirasi Pengusaha Jasa Pernikahan Kota Bandung ini terdiri dari gabungan para pelaku usaha dari 'wedding organizer', dekorasi, katering, dan fotografi.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dapat memberikan kelonggaran untuk resepsi pernikahan dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proposional yang akan berlangsung sampai 26 Juni 2020. 

"Jadi tadi kami beraudiensi dengan Pemkot Bandung, semoga ada kelonggaran. Kami mengajukan protap (prosedur tetap) kesehatan yang nantinya dipakai di acara resepsi pernikahan, seperti katering dari mulai 'loading', pengolahan makanan, dan dari krunya menggunakan APD (alat pelindung diri)," ucap Aries. 

Selama penghentian penyelenggaraan acara resepsi pernikahan akibat pandemi Covid-19, para pelaku usaha dari 'wedding organizer', dekorasi, katering, dan fotografi banyak yang beralih profesi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti berjualan kuliner dan sayuran secara daring.