Sampai Mei 2020, 42 Donatur Titipkan Bantuan Terkait Covid-19

Sampai Mei 2020, 42 Donatur Titipkan Bantuan Terkait Covid-19
Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung mencatat sampai Kamis 14 Mei 2020, telah menerima titipan donasi berupa barang (bahan pangan maupun perlengkapan protokol kesehatan)
dari 42 donatur pemerintah maupun swasta. Bantuan tersebut telah dan akan diserahkan kepada warga Kota Bandung yang berhak dibantu. 

"Mereka (donatur, red) menyampaikan ekuivalen nilainya. Karena kami hanya menerima bentuk barang,” kata Koordinator Bidang Logistik Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Elly Wasliah di Auditorium Rosada Jalan Wastukancana dalam rilis yang diterima golali.com, Jumat (15/5/2020). 

Elly merinci pada April 2020, pihaknya menerima sumbangan dari 23 donatur dengan nilai RpRp768.806.978 berdasarkan hitungan donatur dan telah didistribusikan senilai Rp468.054.344. Sementara sampai 14 Mei 2020 menerima donasi dari 19 donatur dengan nilai Rp533.611.992, barang-barang bantuan yang sudah tersalurkan pada Mei ini senilai Rp119.666.229.

Mekanisme penerimaan bantuan, kata Elly mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwal) 
Nomor 19 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penerimaan Bantuan Masyarakat Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 

Dalam Perwal jenis bantuan sudah diarahkan berupa bahan pangan yang  ditujukan bagi masyarakat yang tidak tersentuh oleh bantuan apapun dari pemerintah. Utamanya, bagi warga miskin baru atau yang mengalami penurunan kondisi ekonomi lantaran terdampak pandemi Covid-19.

Sementara mekanisme penyaluran bantuan, masyarakat yang berhak harus mengajukan  surat permohonan yang ditujukan kepada Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Oded M. Danial. Selanjutnya diteruskan kepada Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna. Kemudian diteruskan kepada bidang logistik Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung untuk disalurkan. 

“Kalau ada warga yang perlu bantuan, memang standar operasional prosedur (SOP) tetap berjalan yang mengusulkan itu bisa lurah, camat atau asosisasi, komunitas atau perkumpulan itu bisa siapa saja. Tetapi harus jelas nama, nomor induk kependudukan (NIK) juga alamatnya. Kalau ada yang warga urgent itu tidak kaku bisa kita prioritaskan, tapi tetap SOP tetap ditempuh bisa sambil berjalan,” terang Elly.