Satgas Pemeriksaan Hewan Kurban juga Kampanyekan Protokol Kesehatan Berkurban

Satgas Pemeriksaan Hewan Kurban juga Kampanyekan Protokol Kesehatan Berkurban
Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Sebanyak 100 petugas dari Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) serta relawan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Barat,  yang tergabung dalam Tim Satuan Tugas (Satgas) Pemeriksa Hewan Kurban Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai bertugas untuk memeriksa hewan kurban sehat dan laik potong. Para petugas akan turut mengampanyekan kepada masyarakat agar tetap mematuhi standarisasi protokol kesehatan berkurban di tengah pandemi Covid-19. 

Tim ini akan disebar ke semua lokasi penjualan maupun pengurusan hewan kurban. Satgas akan bertugas ante mortem yakni memeriksa pada saat hewan masih hidup dan pos mortem setelah hewan disembelih. Tim ini akan bertugas mulai 15 Juli sampai 3 Agustus 2020 mendatang. 

Dispangtan Kota Bandung sudah memetakan lokasi penjualan hewan kurban. Dari hasil koordinasi bersama kecamatan, di Kota Bandung sampai saat ini terdapat 212 titik lokasi penjualan.


Wali Kota Bandung Oded M Danial mengingatkan warga untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan, walaupun Kota Bandung berada dalam zona biru dalam penanganan Covid-19. Sehingga pelaksanaan pengurusan kurban tidak memunculkan claster baru Covid-19.  


"Saya tidak mau ada claster baru dari proses pelaksanaan Idul Adha ini. Paling prinsip, masker jangan sampai lepas. Gunakan sarung tangan dan terapkan sosial distancing. Kita harus fit," pesan Oded dalam rilis yang diterima golali.com, Rabu (15/7/2020). 

Kepala Dispangtan Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan sudah membagikan surat edaran Kementerian Pertanian perihal teknis pelaksanaan. Surat itu berisi teknis penjualan sampai proses mengurus hewan di hari raya Idul Adha. 

Gin Gin mengungkapkan di tempat penjualan, harus menyediakan tempat cuci tangan, menjaga jaga jarak dan disiplin menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) (setidaknya selalu memakai masker, baju lengan panjang, dan sarung tangan)," imbuh Gin Gin. 

Dalam pengurusan hewan kurban, jika dilakukan di tempat tinggal masyarakat, pihaknya menyarankan petugas atau panitia untuk membentuk satu kelompok pemotongan agar terpusat. Sementara untuk pendistribusian harus jaga jarak dan tidak menimbulkan kerumunan.