Sebelum Vaksinasi, ini Pertanyaan Bagi Lansia

Sebelum Vaksinasi, ini Pertanyaan Bagi Lansia
Ilustrasi vaksin. Sebelum vaksinasi lansia harus menjawab beberapa pertanyaan (Dok : Pixabay)

 

JAKARTA (Golali.com) – Prosedur tahapan vaksinasi bagi warga lanjut usia (Lansia), memiliki perbedaan dengan kelompok umur lainnya. Termasuk pertanyaan yang akan diajukan tim medis sebelum melakukan vaksinasi kepada lansia.  

Juru bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., mengungkapkan ada prosedur spesifik dan berbeda untuk melakukan vaksinasi kepada lansia.

 "Untuk penyuntikan menggunakan vaksin Sinovac ini, interval penyuntikan khusus untuk lansia adalah 28 hari, ” ucap dr. Nadia dikutip dari laman resmi covid19.go.id , Selasa (23/2/2021)

Selain itu ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab lansia yakni :

1. Apakah mengalami kesulitan untuk naik 10 anak tangga?

2. Apakah sering merasa kelelahan?

3. Apakah memiliki paling sedikit 5 dari 11 penyakit (Hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke dan penyakit ginjal)?

4. Apakah mengalami kesulitan berjalan kira-kira 100 -200 meter?

5. Apakah mengalami penurunan berat badan yang bermakna dalam setahun terakhir?

“Jika ada tiga atau lebih yang dijawab ‘iya’ oleh calon penerima vaksin lansia, maka vaksin tidak dapat diberikan. Demi lancarnya proses ini, kepada calon penerima vaksinasi diharapkan memberikan keterangan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Itu juga agar bisa memberikan efek vaksin yang maksimal dan memperkecil risiko terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPI yang serius,” ungkap dr. Nadia.

Klik juga : 

Jika jawaban pertanyaan menunjukkan kondisi lansia siap untuk vaksinasi, maka akan ada pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu meliputi :

 

1. Suhu tubuh 37,5 derajat celcius ke bawah 

2. Tekanan darah tidak boleh lebih dari 180/110 mmHg  

“Ini wujud aspek kehati-hatian,” sambung dr. Nadia

Untuk diketahui, pada vaksinasi tahap kedua ini, pemerintah pusat memprioritaskan lansia yang berdomisili di 34 ibu kota provinsi di Indonesia mendapatkan vaksinasi. Pasalnya lansia memiliki risiko lebih tinggi untuk terpapar virus Corona. (*/Golali.com)

 

Klik juga :