SEJUK untuk Wadahi Koperasi di Kota Bandung

SEJUK untuk Wadahi Koperasi di Kota Bandung
Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Guna mewadahi koperasi di Kota Bandung, Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUKM) telah membuat sistem pengelolaan yang diberi nama Sitem Ekonomi Jaringan Usaha Koperasi (SEJUK)

Menurut Kepala Dinas KUKM Kota Bandung, Atet Dedi Handiman melalui SEJUK semua  kebutuhan  antar koperasi mulai dari suplai sampai urusan pemasaran bisa saling bertukar.


“Koperasi kalau bersatu akan menjadi sebuah kekuatan ekonomi luar bisa. Oleh karena itu kami sepakat membuat sebuah wadah kerja sama untuk memfasilitasi permodalan dan pemasaran,” terang Atet dalam rilis yang diterima golali.com beberapa waktu lalu. 


Atet memaparkan, SEJUK juga menjalin kolaborasi dengan Nectico untuk pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung keberlangsungan koperasi. Yakni penyediaan marketplace utuk pemasaran serta membuat sistem pendataan yang memudahkan pemetaan koperasi di Kota Bandung.


“Sistem yang dibuat Nectico bisa melihat tren pasar yang memang di dalam SEJUK. Sehingga menjadi bahan bagi koperasi untuk bergerak di berbagai bidang,” tambah  Atet. 

Atet berpesan kepada pengurus koperasi untuk terjun di sektor riil, meski secara bertahap.  Selama ini sambung Atet, koperasi sering diidentikan dengan sistem simpan pinjam saja. Hal itu yang tak jarang justru berakhir tragis. Lantaran jumlah peminjam yang banyak tapi minim pengembalian.


“Karena ada koperasi yang menjual produk tidak bersaing dengan toko modern. Karena margin harga yang dibeli koperasi lebih mahal. Tapi sekarang kalau misalnya koperasi A butuh mi instan dan ada koperasi B bisa menyediakan yang murah. Jadi saling tukar menukar informasi dan peluang usaha,” ungkap Atet. 


Pihaknya saat ini sedang mengkoordinasikan SEJUK bisa menjadikan koperasi sebagai suplier. Atau menjelma jadi Bantuan Persediaan Stok (Baperstok) di Kota Bandung, setidaknya guna memenuhi kebutuhan 119.947 anggota aktif.