Sekitar 2.600 Pegawai Puskesmas Ikuti Pemeriksaan Covid-19

Sekitar 2.600 Pegawai Puskesmas Ikuti Pemeriksaan Covid-19
Foto Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Guna mengantisipasi penambahan jumlah kasus positif Covid-19 di Puskesmas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung tengah melakukan proses pemeriksaan rapid test dan swab test kepada sekitar 2.600 pegawai di 80 Puskesmas se-Kota Bandung. Hal ini untuk memastikan tidak ada lagi pegawai puskesmas yang terpapar virus corona, sehingga tidak mengganggu pelayanan  kesehatan kepada masyarakat.

Sebelumnya 27 pegawai Puskesmas ditemukan positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab test kepada 1.046 pegawai di 30 Puskesmas. Pegawai tersebut tidak hanya tenaga kesehatan tetapi juga profesi lainnya yang bekerja di enam Puskesmas yaitu Puskesmas Ibrahim Adjie, Kopo, Mochamad Ramdan, Cipadung, Dago, dan Sukarasa.  Untuk itu dilakukan sejumlah penyesuaian terkait pelayanan di enam Puskesmas tersebut, karena berkurangnya jumlah sumber daya manusia (SDM).


“Pelayanan tetap berjalan sesuai dengan jumlah SDM (sumber daya manusia) yang ada. Pelayanan diatur waktu dan sebagainya oleh Kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis) Puskesmas,” terang Kepala Dinkes sekaligus Koordinator Bidang Operasi Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Rita Verita dalam rilis yang diterima golali.com, Rabu (10/6/2020).

Rita mengungkapkan 27 pegawai Puskesmas yang diketahui positif Covid-19 sudah ditangani secara optimal. Mereka tengah mengisolasi diri di sejumlah tempat. Namun mereka tetap dalam pemantauan ketat Dinkes Kota Bandung.


“Kita sudah ‘tracing’ dan mereka langsung isolasi diri. Ada yang di BPSDM (Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia), ada yang di RSKIA (Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak), yang ringan banget dia oke dan siap di rumah,” tutur Rita.

Menurut Rita pihaknya belum dapat memastikan darimana pegawai Puskesmas positif Covid-19 tersebut terkena virus corona. Kemungkinan bukan hanya di lingkungan tempat kerja tetapi juga dari tempat lain.

“Banyak macam-macam jadi hasil tracing di puskesmas itu. Tidak semua dokter atau perawat kena. Ada juga yang satpam juga mungkin bisa saja yang di lingkungannya. Tapi itu kita pilah. Ada yang penduduk di luar Kota Bandung. Macam-macam. Ada yang terpapar pengunjung atau mungkin terpapar di lingkungan rumahnya,” urai Rita.