Sekitar 40 Persen PDRB Jabar dari Industri Manufaktur

Sekitar 40 Persen PDRB Jabar dari Industri Manufaktur
Dok Humas Pemprov Jabar

 

BANDUNG (golali.com) - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengungkapkan 60 persen industri manufaktur Indonesia berada di Jabar, yang menyokong 40 persen  PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Jabar. Sayangnya, pandemi Covid-19 memukul industri manufaktur dalam negeri, sebagai sektor padat karya yang produknya diekspor. 

Untuk itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar melakukan pembahasan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), guna memulihkan industri manufaktur yang menurun akibat Covid-19. 

"Salah satu gagasannya tadi kita beli barangnya. Tapi juga mungkin ada keterbatasan. Atau kita menggiring korban PHK (industri) manufaktur bisa kerja di sektor yang ekonominya diserap lokal seperti produk pangan atau pertanian," papar Kang Emil sapaan Ridwan Kamil dikutip dari humas.jabarprov.go.id, Selasa (11/8/2020).

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK  Wimboh Santoso, pemerintah sudah memberik berbagai insentif untuk menggerakkan sektor industri manufaktur di tengah pandemi. Salah satunya jaminan tambahan modal kerja untuk kredit korporasi.


"Kita sekarang sedang menggarap bagaimana meningkatkan sektor korporasi yaitu manufaktur. Pemerintah sudah memberikan berbagai insentif di antaranya penjaminan tambahan modal kerja untuk kredit korporasi. Kalau yang padat karya sharing dari pemerintah sebesar 60 persen dijamin, kalau nonpadat karya 50 persen," terang Wimboh.