Selama PSBB Kota Bandung, 95 Persen PKL tidak Berjualan

Selama PSBB Kota Bandung, 95 Persen PKL tidak Berjualan
Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku di Kota Bandung sejak 22 April sampai 26 Juni 2020, jumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di zona terlarang berkurang sampai 95 persen. 

“PKL yang menghilang (tidak berjualan) waktu Covid-19 itu hampir 95 persen dari sekitar 24 ribu pedagang,” ucap Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Bandung, Taspen Effendi dalam rilis yang diterima golali.com, Kamis (9/7/2020).

Menurut Taspen para PKL tersebut banyak yang pulang ke kampung halamannya karena kekurangan modal untuk berjualan. Adapula yang takut karena wabah Covid-19. 

“Mereka takut dengan wabah. Saya juga berterima kasih, dengan mereka tidak berjualan, bukan terima kasih ada wabah ya. Tapi dengan ada wabah ini mereka tidak berjualan dengan sendirinya,” urai Taspen. 

Untuk itu, kata Taspen pihaknya mengalihkan tenaga tim penertiban PKL untuk membantu penertiban selama PSBB. Para petugas pun menjadi tim pendukung di beberapa check point.

“Meskipun begitu, pada April sampai Juni ini kita penertibannya secara insidentil, pas ketemu patroli kita tertibkan, kalau sebelumnya terencana," ucap Taspen.