Selama PSBB Proporsional Warga Harus Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Selama PSBB Proporsional Warga Harus Tetap Terapkan Protokol Kesehatan
Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan kepada seluruh warga Kota Bandung untuk menerapkan protokol kesehatan berupa penggunan masker rajin mencuci tangan, dan jaga jarak. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan Kota Bandung yang masih masuk dalam zona kuning terkait Covid-19.  

"Kota Bandung masih melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 12 Juni mendatang. Meski ada beberapa hal yang berubah, tetapi warga harus tetap disiplin menggunakan masker, cuci tangan, dan melaksanakan physical distancing. Karena pandemi Covid-19 masih mewabah," tegas Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung, Sony Teguh Prasatya dalam rilis yang diterima golali.com, Senin (1/6/2020).

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Kota Bandung mencatat sampai 28 Mei 2020 hanya 2 kecamatan yang masuk level berat yaitu Kecamatan Ujungberung dan Rancasari, sementara 28 kecamatan lainnya masuk level kritis. 

"Kita akan mempersiapkan tempat isolasi mandiri di tingkat kecamatan. Perlibatan peran komunitas mulai dari RT, RW, PKK, Kader, dan LPM. Itu agar memperketat mobilitas orang di tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan," terang Sony.

Pelaksanaan PSBB Proposional ini mengacu pada Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 32 Tahun 2020 tentang PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Perubahan Ketiga Perwal Nomor 21
Tahun 2020. Di mana sektor yang dikecualikan ditambah dengan pembatasan 30 persen dari kapasitas yang ada yaitu beribadah boleh dilaksanakan di rumah ibadah, perkantoran swasta dan instansi pemerintah di buka, pertokoan mandiri dibuka, serta restoran membolehkan konsumen makan di tempat.

Sony menerangkan, seluruh perangkat daerah tetap mengawasi dan mengevaluasi berdasarkan bidangnya masing-masing. Hal ini agar semua sektor menerapkan protokol kesehatan dan menjalankan semua aturan PSBB yang tertuang dalam Perwal Nomor 32 tahun 2020.

"Jadi tidak hanya oleh gugus tugas tingkat Kota Bandung, tetapi juga oleh tingkat kecamatan dan keluruhan. Semua bidang akan memantau berdasarkan tugas pokok dan fungsinya," imbuh Sony.