Sepeda Lipat Kreuz, Sepeda Asal Kota Kembang yang Tak Kalah dari Buatan Impor

Sepeda Lipat Kreuz, Sepeda Asal Kota Kembang yang Tak Kalah dari Buatan Impor
Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) -  Tak salah jika Kota Bandung disebut sebagai barometer untuk hal kekinian, salah satunya tren bersepeda menggunakan sepeda lipat. Selain banyaknya warga Kota Bandung yang bersepeda di masa pandemi Covid-19, Kota Kembang pun memiliki produsen sepeda lipat  dengan merek Kreuz yang tidak kalah dengan buatan mancanegara.

Sepeda merek Kreuz ini, disebut-sebut sekitar 70 persen pembuatannya  dikerjakan di Kota Bandung. Bengkel produksi Kreuz berada di Jalan Cikondang, Kelurahan Sadangserang Kecamatan Coblong, sementara suku cadang yang mendetail dibuat di kawasan Kiaracondong. 

Pendiri Kreuz, Jujun Junaedi menceritakan pertama kali membuat sepeda hanya untuk media display apparel sepeda, dengan produk utama tas. Namun, justru respon pada sepeda buatannya yang lebih besar dan bahkan melebihi ekspetasi. 


Hingga akhirnya Jujun beserta rekannya, Yudi Yudiantara pada Maret 2020 sepakat untuk memproduksi sepeda guna memenuhi pemesan. Tak disangka, peminat Kreuz semakin membludak. Saat ini daftar antrean pemesanan sepeda Kreuz hingga Oktober 2024.


“Kalau di sini masih 15 unit per bulan, Alhamdulillah sudah dapat lahan dan tempat sudah ready. Kita akan pabrikasi. Kita mau menaikan kapasitas yang tadinya 15 unit per bulan, sekarang targetnya 150-300 unit per bulan,” terang Jujun dalam rilis Humas Pemkot Bandung yang diterima golali.com, Senin (24/8/2020).


Jujun mengungkapkan sejak 2017 akhir sudah memberdayakan 30 orang, untuk membuat apparel sebagai unit bisnis utamanya. Sementara pembuatan sepeda baru dilakukan pada Maret 2020, menyerap tenaga kerja hingga 170 pegawai.


“Di sini memang kecil, tapi yang dilibatkan banyak. UMKM Bandung yang saya serap sudah 30 orang. Lalu pengrajin merchandise juga meningkat. Total dengan tim Kreuz hampir 170 orang. Nanti bisa 300 orang lebih,” ungkap Jujun.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengungkapkan dengan banyaknya pemesanan sepeda Kreuz, praktis membuka lebih luas kebutuhan tenaga kerja. Lebih jauh dari itu, kehadiran Kruez bisa memberikan dampak positif untuk masalah lalu lintas di Kota Bandung.


“Kalau ini jadi transportasi perkotaan banyak benefit yang kita dapatkan. Pertama ini menyerap tenaga kerja banyak. Kedua kita polusi juga berkurang dan kemacetan juga. Insyaallah Vendor sparepartnya kita coba dorong bisa pabrikasi pada September mendatang.Mudah-mudahan produksi semakin banyak dan semakin presisi. Sehingga mudah-mudahan kualitasnya semakin baik " tutur Yana