Sertifikasi Pasar untuk Jaga Keamanan Pangan

Sertifikasi Pasar untuk Jaga Keamanan Pangan
Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bekerjasama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Bandung akan melakukan sertifikasi, pada setiap pasar yang ada di Kota Kembang. Hal ini untuk memberikan rasa aman bagi pedagang maupun konsumen pasar di Kota Bandung. Untuk diketahui sekitar 97 persen bahan baku makanan yang masuk ke pasar di Kota Bandung berasal dari luar Kota Kembang. 

"Setiap pasar memerlukan label dari instansi yang berwenang. Saya pikir BPOM itu satu instansi berwenang yang mengeluarkan label itu. Jadi menambah tingkat keyakinan masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional di Kota Bandung. Komitmen para pedagang sebagai pelaku usaha di pasar menjadi kunci keberhasilan program ini. Terutama dalam rangka perlindungan konsumen juga," terang Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana dalam rilis yang diterima golali.com, Senin (18/5/2020). 

Kepala BPOM di Bandung Hardaningsih menerangkam langkah yang akan dilakukan untuk sertifikasi ini, Pemkot dan BPOM  akan memeriksa kandungan makanan untuk mengetahui apakah mengandung zat kimia berbahaya seperti boraks dan pewarna tekstil. Pemeriksaan akan dilakukan secara berkala, guna mengetahui konsistensi para pedagang menjual produk yang aman. 

"Kita harus edukasi dan memberikan pemahaman kepada mereka (pedagang) untuk tidak menjual itu. Kita akan sering survei dan mereka (pedagang) masih konsisten menjual makanan aman, maka kita akan kasih reward atau penghargaan bersama Pak wali sebagai pasar yang aman dari bahan berbahaya," urai Hardaningsih.