Simak Ini 8 Cek Poin Kota Bandung Pada 6 - 17 Mei 2021

Simak Ini 8 Cek Poin Kota Bandung Pada 6 - 17 Mei 2021
Delapan cek poin Kota Bandung (Dok Humas Pemkot Bandung)

 

 

BANDUNG (Golali.com) - Dalam mengendalikan mobilitas pada masa larangan mudik Lebaran 2021 pada  6 sampai 17 Mei 2021, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Bandung membentuk 8 cek poin. 

 

Dikutip dari rilis resmi Pemkot Bandung, adapun 8 cek poin tersebut : 

 

 1. Gerbang Tol Pasteur 

 2. Gerbang Tol Pasikoja 

 3. Gerbang Tol Kopo 

 4. Gerbang Tol Mohamad Toha 

 5. Gerbang Tol Buah Batu 

 6. Terminal Ledeng 

 7. Bundaran Cibiru 

 8. Cibeureum perbatasan Kota Bandung dan Cimahi.

Baca juga : 

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna menerangkan, sekitar 44 orang personel gabungan bakal bersiaga di setiap posko cek poin selama 24 jam. Terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, aparat kewilayahan, dan Dinas Kesehatan. Mereka bekerja sama dengan PMI yang sekaligus menyediakan satu mobil ambulans di setiap posko.

 

"Selain 8 cek poin ditambah satu posko utama di Cikapayang (kawasan Dago)," terang Ema. 

Baca juga : 

 

Kasatlantas Polrestabes Bandung, Rano Hadiyanto menegaskan, pemeriksaan di cek poin terdiri dari kelengkapan identitas diri, dokumen kesehatan, dan izin perjalanan.

Untuk dokumen kesehatan, khusus di momentum lebaran ini hasil swab tes PCR atau rapid antigen berlaku 1x24 jam dan Genose C19 hanya berlaku saat sebelum keberangkatan.

“Untuk pegawai ASN, TNI, Polri, BUMD dilengkapi izin tertulis pejabat terkait dengan tanda tangan dan cap basah. Pegawai swasta izin tertulis pimpinan perusahaan dengan tanda tangan dan cap basah. Sedangkan pekerja informal, izin tertulis dari kepala desa atau lurah,” urai Rano.

Dalam kondisi ini kata Rano, ada sejumlah kendaraan juga akan mendapatkan pengecualiaan kemudahan saat melintas di posko cek poin. Walau pun beberapa di antaranya juga tetap dilaksanakan pemeriksaan guna memastikan kepentingannya.

 

“Beberapa kendaraan yang diloloskan atau dapat pengecualian di antaranya yaitu kendaraan pimpinan, kendaraan dinas operasional, petugas jalan tol, ambulans dan mobil jenazah, mobil pemadam kebakaran, mobil distribusi logistik, mobil barang tanpa penumpang, kendaraan pembawa ibu hamil,” tandas Rano. (*/Golali.com)