Sistem Kerja Fleksibel bagi ASN dalam New Normal

Sistem Kerja Fleksibel bagi ASN dalam New Normal
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo / Humas Kemenpan RB

 

JAKARTA (golali.com) - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menerapkan sistem kerja bersifat fleksibel, bagi aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalani tatanan normal baru atau new normal. Artinya kebijakan work from home (WFH) maupun work from office (WFO), berdasarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku di lingkungan kerja ASN. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri PANRB No. 58/2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara Dalam Tatanan Normal Baru ditegaskan bahwa ASN tetap menjalankan tugas dan fungsi secara produktif. 

 

"Kami mengikuti apakah PSBB sudah diberhentikan atau belum. Kalau transisi, separuh kerja. Begitu daerah kembali (diberlakukan) PSBB, surat kami sifatnya fleksibel,” terang Menteri PANRB Tjahjo Kumolo dikutip dari menpan.go.id, Minggu (7/6/2020). 

 

Tjahjo mencontohkan, pemberlakukan PSBB Transisi yang berlaku di DKI Jakarta hingga akhir Juni 2020, maka sistem kerja tersebut dilakukan dan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Dalam sistem ini penerapan WFO hanya bisa melibatkan 50 persen kehadiran pegawai di kantor dan wajib menggunakan masker, menyesuaikan jarak tempat duduk sejauh 1,5 hingga 2 meter, menjaga jarak  saat melakukan pertemuan, mengurangi kunjungan kerja serta mengoptimalkan rapat via daring, dan ASN berusia di atas 50 tahun dan memiliki riwayat penyakit disarankan WFH. Sementara untuk perjalanan dinas ASN selama PSBB, kata Tjahjo diatur secara ketat berdasarkan indikator kepentingan dan status zona wilayah. 

 

"Secara umum, ASN belum diperbolehkan berdinas ke luar kota. Namun, apabila perjalanan dinas tersebut sifatnya mendesak, dilengkapi surat dinas, dan daerah yang dituju merupakan zona hijau, maka yang bersangkutan diperbolehkan melakukan perjalanan dinas," ucap Tjahjo. 

 

Meskipun mengalami perubahan sistem kerja dengan menaati protokol kesehatan, Tjahjo mengingatkan ASN harus tetap mengedepankan pelayanan publik yang prima. “Kuncinya, Bapak Presiden mengingatkan, dalam situasi yang sulit seperti ini ASN harus memberikan pelayanan yang maksimal terbaik kepada masyarakat memperhatikan protokol Kesehatan,” tegas Tjahjo.