Sukseskan PJJ di Kota Bandung, Disdik akan Buka Konsultasi Orangtua

Sukseskan PJJ di Kota Bandung, Disdik akan Buka Konsultasi Orangtua
Disdik Rencanakan pembukaan hotline konsultasi orangtua. Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Dinas Pendidikan Kota Bandung kini, tengah  mempersiapkan beberapa inovasi dalam menyukseskan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Di antaranya rencana pembukaan hotline konsultasi orangtua terkait pelaksanaan PJJ, parenting class dengan menghadirkan psikolog maupun guru Bimbingan Konseling.


"Kita sedang upayakan program dan anggaran untuk penyediaan sarana pendukung pembelajaran daring atau intranet ini. Sehingga peserta didik tidak akan terkendala dengan koneksi internet. Karena sistem ini akan menghubungkan siswa dengan aplikasi Sakoja yang telah kita miliki. Jadi bisa dilaksanakan di manapun dan kapanpun di Kota Bandung,” ucap Hikmat.


Sakoja merupakan aplikasi pembelajaran, yang didalamnya terdapat berbagai macam bahan ajar serta soal-soal latihan. Aplikasi ini lengkap dengan video pembelajaran serta informasi pendidikan lainnya yang dibutuhkan oleh peserta didik. 


Sakoja telah diluncurkan pada  2017 lalu dan terus berkembang untuk memudahkan pembelajaran bagi peserta didik. Selain guru, orangtua pun dapat melihat perkembangan pendidikan anak melalui aplikasi ini.


"Pandemi ini harus menjadi momentum reformasi pendidikan, sejalan dengan revolusi industri 4.0. Maka tentu diperlukan kemampuan untuk memahami teknologi," tambah Hikmat.


"Disdik Kota Bandung mempersiapkan pondasi SDM untuk mengisi revolusi industri di Kota Bandung. Dengan terus mengembangkan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) serta Pendidikan karakter Bandung Masagi," imbuhnya.


Hikmat berharap anak-anak ini memiliki kompetensi abad 21 yaitu komunikatif, inovatif, kreatif dan mampu berfikir kritis. Tentu saja kompetensi tersebut harus didasari dengan karakter pribadi yang positif. Sehingga mereka siap mengisi pembangunan di era revolusi industri 4.0


"Sehingga kepada seluruh orangtua untuk tidak perlu khawatir dengan pelaksanaan UTS saat ini. Karena saat ini kurikulum yang digunakan adalah kurikulum darurat. Target pencapaiannya bukan pada pemahaman aspek kognitif, tetapi terhadap pendidikan karakter," pungkas Hikmat.