Tahun Pelajaran Baru,  Sekolah di Jabar Masih Belajar dari Rumah

Tahun Pelajaran Baru,  Sekolah di Jabar Masih Belajar dari Rumah
dok disdik jabar

 

BANDUNG (golali.com) - Memasuki tahun pelajaran baru 2020/2021 proses belajar mengajar murid di Provinsi Jawa Barat (Jabar), masih menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui daring atau luring yakni belajar dari rumah (BDR). Hal ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah, sementara untuk pembelajaran tatap muka di sekolah, hanya di zona kewaspadaan hijau, seperti Kota Sukabumi.

"Kegiatan belajar dari rumah (BDR) masih tetap dilaksanakan selama masa pandemi Covid-19. Fasilitas sekolah untuk pembelajaran tatap muka pun harus memenuhi standar protokoler kesehatan sebagaimana yang disosialisasikan pemerintah serta mengikuti protokol kesehatan adaptasi kebiasaan baru yang dikeluarkan Dinas Pendidikan," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Dedi Supandi dikutip dari 
disdik.jabarprov.go.id, Minggu (12/7/2020).

Untuk itu Disdik Jabar mengeluarkan Pedoman Belajar dari Rumah bagi SMA, SMK, dan SLB di Provinsi Jawa Barat Tahun Ajaran 2020/2021. Pedoman ini tersusun dari  enam prinsip yaitu fokus, adil, jelas, fleksibel, kolaboratif, dan berkarakter.

Dedi menerangkan pembelajaran yang dilakukan oleh para guru harus memperhatikan psikologis peserta didik serta mendorong mereka agar mengaktualisasikan dirinya, secara mandiri dan bertanggung jawab. Panduan pembelajaran pada masa BDR ini juga untuk menjaga pembelajaran tetap menyenangkan dan memotivasi siswa agar berkarakter mandiri.

Dedi mengungkapkan pembelajaran harus mengacu pada pengembangan kompetensi spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Kompetensi spiritual dan sosial, kata Dedi bisa diajarkan dengan pembiasaan. Untuk kompetensi pengetahuan dan keterampilan, dapat diajarkan dengan melatih peserta didik mengolah pengetahuan dengan menganalisis, sintesis, evaluasi, dan mencipta. 

Untuk pembelajaran tatap muka di zona hijau, siswa hanya belajar selama 4 jam dan langsung pulang. "Tidak ada jam istirahat. Satu kelas dibagi 2-3 sif. Orang tua boleh memilih anaknya untuk tetap belajar daring di rumah jika itu menjadi pilihannya. Karena, kesehatan dan keselamatan peserta didik tetap yang utama," terang Dedi.