Target Okupansi PHRI Jabar pada Liburan Akhir Tahun ini

Target Okupansi PHRI Jabar pada Liburan Akhir Tahun ini
Target Okupansi PHRI Jabar pada Liburan Akhir Tahun ini (Dok PHRI Jabar)

 

BANDUNG (golali.com) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat menargetkan tingkat isian (okupansi) hotel di Jawa Barat mencapai 50 - 75 persen, pada libur akhir tahun ini. 

"Ini bisa jadi target pemasukan tertinggi selama pandemi Covid-19," terang Ketua BPD PHRI Jawa Barat, Herman Mochtar dalam rilis yang diterima golali.com, Selasa 1/12/2020. 

Herman memprediksi wisatawan yang menginap di Jawa Barat akan terbagi tiga, yakni pada awal, pertengahan, dan akhir waktu libur panjang Natal dan Tahun Baru ini.

Baca juga : Okupansi Hotel Kota Bandung Masih 40 Persen

Meskipun begitu, Herman mengingatkan kepada pelaku industri pariwisata di Jawa Barat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. 

Humas PHRI Jawa Barat, Restina Setiawan menambahkan dalam membangkitkan kembali (recovery) dunia pariwisata, industri pariwisata harus juga menerapkan arahan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), yaitu
cleanliness, healthy, safety and environmental sustainability (CHSE).


Semua langkah dalam mencegah penyebaran Covid-19 dalam dunia pariwisata, sambung Restina harus dilakukan semua pihak baik manajemen maupun tamu hotel. 

Baca juga : Neo Malioboro Terima Safe Travels Jaminan Kenyamana Tamu di Era New Normal


Hotel harus menyediakan layanan khusus kepada tamu yang ingin melaksanakan isolasi mandiri,menyediakan wastafel atau tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun dan pembersih tangan (hand sanitizer) di depan hotel atau tempat strategis lainnya, melakukan skrinning pengunjung sebelum memasuki lokasi hotel seperti pengukuran suhu tubuh, penggunaan masker, cuci tangan,dan jaga jarak.


Sementara untuk karyawan, manajemen memastikan karyawan dalam keadaan sehat dan mewajibkan karyawan menggunakan masker, sarung tangan, dan pakaian kerja sesuai pedoman keselamatan dan kesehatan kerja.

Selain itu, untuk penyelenggaraan kegiatan Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition/MICE), sambung Restina pihak penyelenggara harus menerapkan pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan pada penyelenggaraan kegiatan MICE berdasarkan pedoman panduan yang dikeluarkan Kemenparekraf agar semua aktivitas wisata aman. (*/golali.com)