Tingkat Kepatuhan Masyarakat Kota Bandung dalam Protokol Kesehatan Masih Kurang

Tingkat Kepatuhan Masyarakat Kota Bandung  dalam Protokol Kesehatan Masih Kurang
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menilai tingkat kepatuhan masyarakat, dalam menerapkan protokol kesehatan terkait penyakit covid-19 masih kurang. Ilustrasi Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menilai tingkat kepatuhan masyarakat, dalam menerapkan protokol kesehatan masih kurang. Hal ini berimbas pada peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Kota Bandung. 

"Sosialisasi pemberian sanksi ringan telah dilaksanakan dan sudah cukup. Ternyata tingkat kepatuhan warga masih kurang dengan terjadinya peningkatan penderita Covid-19 di Kota Bandung. Jadi akan diberikan saksi berat kepada warga yang tidak menggunakan masker atau standar protokol kesehatan," tandas Yana dalam rilis yang diterima golali.com, Rabu (16/9/2020)


Untuk itu di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini, Pemkot Bandung bersama pihak terkait akan memperketat penegakan Perwal Nomor 46 Tahun 2020 dengan menerapkan sanksi ringian, sedang, hingga berat. Tak hanya pelanggaran masker, kata Yana, penerapan sanksi berat juga akan diberlakukan kepada para pelanggar jam operasional. 


"Kita akan berikan sanksi berat seperti segel bahkan pencabutan izin," tegas Yana.


Selain itu, Pemkot Bandung juga membatasi pergerakan dan kerumuman warga. Salah satunya dengan memberlakukan buka tutup sejumlah ruas jalan mulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.


"Kurangi berkerumun. Itu bisa mengurangi potensi penyebaran virus corona. Saat ini, di tengah pandemi Covid-19 baik zona merah, kuning, atau oranye, warga Kota Bandung harus tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan. Jangan lupa laksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dengan hal itu kita semua bisa terhindar dari penyebaran virus Covid-19," tegas Yana.