Tujuh Produk UMKM Daerah Istimewa Yogyakarta Masuk Kancah Internasional

Tujuh Produk UMKM Daerah Istimewa Yogyakarta Masuk Kancah Internasional
Produk UMKM masuk pasar luar negeri, Ilustrasi Yogyakarta / Wikimedia

 

YOGYAKARTA (golali.com) - Sebanyak tujuh produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), masuk kancah internasional. 

Tujuh produk UMKM tersebut yakni berupa kerajinan, busana, dan produk kreatif lainnya. Berasal dari MD Craft, Jogja Gazebo, Belindo, Aurum furniture & craft, Palemcraft, CV Jaroe Design, Out of Asia, dan Busana Remaja Agracipta. 

Negara tujuan ekspor produk lokal tersebut antara lain Amerika Serikat, Jerman, dan Belgia.

 “Momentum ini membuktikan, bahwa produk nonmigas Daerah Istimewa Yogyakarta telah siap berkompetisi dengan ikon-ikon global di ranah perdagangan internasional,” ucap Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X dikutip golali.com dari jogjaprov.go.id, Sabtu (17/10/2020).

 

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan bahwa neraca perdangan Indonesia dan dunia pada periode Januari sampai September 2020 mengalami surplus sebesar Rp13,5 miliar. 


“Pada kesempatan yang berbahagia ini saya melepas produk ekspor di Yogyakarta senilai Rp 90,6 miliar rupiah. Produk-produk yang dihasilkan eksportir Yogyakarta buatan dalam negeri terbukti berkualitas dan mampu menembus serta bersaing di pasar internasional,” tutur Agus.

Agus membeberkan dalam mendukung pemasaran produk lokal ini, Kementerian Perdagangan siap memfasilitasi pelaku bisnis dalam meningkatkan ekspornya terutama mereka yang terkena dampak COVID-19 misalnya fokus pada produk ekspor dan negara tujuan ekspor, program pendidikan dan pelatihan ekspor Indonesia, penyediaan kredit melalui program nasional, serta peningkatan akses pasar.

Pahlawan devisa dari UMKM

Menurut Agus para pelaku UMKM Yogyakarta yang mampu mengekspor produknya sebagai pahlawan devisa.

 “Apa yang diperjuangkan Yogyakarta, diharapkan dapat memotivasi eksportir lain seluruh Indonesia untuk dapat meningkatkan ekspor sehingga mampu mendorong peningkatan ekspor nonmigas di tengah masa sulit seperti saat ini. Semoga kita semua dapat terus meningkatkan kinerja yang baik untuk melewati dan mendapatkan hasil yang lebih baik untuk menjaga dan memperbaiki Indonesia,” urai Agus.

Ekspor ketujuh produk UMKM ini ditandai dengan acara Pelepasan Konvoi Ekspor dari Yogyakarta ke Pasar Global, di halaman Grha Pradipta (Jogja Expo Center), Banguntapan, Kabupaten Bantul pada Jumat 16 Oktober 2020. 


Acara ini dihadiri pula Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda DIY Tri Saktiyana, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Aris Riyanta, dan Kakanwil Bea Cukai DIY Hengky TP Aritonang.