Uji Klinis Vaksin Covid-19 Butuhkan 1.620 Relawan

Uji Klinis Vaksin Covid-19 Butuhkan 1.620 Relawan
Oded M. Danial, Walikota Bandung/Dok Humas Pemkot Bandung

 

BANDUNG (golali.com) - Guna melakukan uji klinis fase ketiga vaksin SARS Cov-2 atau virus corona penyebab penyakit Covid-19, Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 membutuhkan 1.620 relawan yang berusia antara 18 sampai 59 tahun dan memiliki kondisi fisik yang prima. Untuk saat ini Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 masih menunggu surat persetujuan dari Komite Etik untuk memulai pengujian. Jika surat tersebut sudah terbit, Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 akan mulai membuka pendaftaran bagi relawan yang ingin mengikuti uji klinis ini. 

Rencanya uji klinis ini akan dipusatkan di enam tempat yaitu rumah sakit kedokteran Universitas Padjadjaran, Balai Kesehatan Universitas Padjadjaran, Puskesmas Garuda, Dago, Sukaparkir, dan Puskesmas Ciumbuleuit.

Menurut Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Professor Kusnandi Rusmil, vaksin yang akan diujikan merupakan jenis virus yang dimatikan, sehingga aman untuk dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Selain itu, vaksin ini pun halal karena tidak mengandung bahan-bahan non halal dan telah tersertifikasi.


Ia menjelaskan relawan akan diperiksa oleh dokter spesialis penyakit dalam, sebelum diberi suntik vaksin. Setelah itu, tim peneliti akan memantau kondisi kesehatan relawan selama 6 sampai 8 bulan.


“Nanti ada yang datang untuk diambil darah. Dihubungi melalui telepon, karena sekarang semua orang punya HP (hand phone) kan," ungkap Kusnandi dalam rilis Humas Pemkot Bandung yang diterima golali.com, Senin (27/7/2020).

Untuk diketahui Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 ini berasal dari Bio Farma dan Universitas Padjajaran.