Wisatawan Masuk Solo Harus Bawa Surat Swab PCR

Wisatawan Masuk Solo Harus Bawa Surat Swab PCR
Pasar Klewer Kota Solo, Wisatawan Harus Membawa Surat Negatif Uji Swab PCR jika masuk Kota Solo



Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta meminta wisatawan atau aktivitas kerja di Kota Surakarta, untuk membawa surat hasil uji negatif swab PCR atau antigen.

Hal ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Surakarta Nomor 067/3205 Tentang Penerapan Disiplin Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Surakarta.Surat Edaran ini berlaku mulai 20 Desember 2020 sampai dengan 4 Januari 2021.

Klik juga : 


Sementara untuk pemudik libur Natal dan Tahun Baru, kata Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, setiap orang yang tidak bertempat tinggal di Kota Surakarta yang masuk ke Kota Surakarta dan menetap paling sedikit 1 x 24 jam di rumah tinggal penduduk wajib melaksanakan karantina paksa di SoloTechnopark.

"Satgas Jogo Tonggo agar meningkatkan peran aktif, melakukan pengawasan dan melaporkan keberadaan pemudik kepada Satgas Penangangan COVID - 19 Kota Surakarta melalui Satgas Penanganan COVID - 19 Kecamatan," tegas FX Hadi.

Apabila tidak memenuhi kebijakan tersebut, berupa teguran lisan, teguran tertulis, dikenakan rapid test, dan kerja sosial paling lama 8 jam di fasilitas umum yang ditentukan yaitu Benteng Vastenburg.

Sementara untuk tetap menggerakan roda perekonomian, Pemkot Solo hanya memberikan batasan kapasitas orang dan waktu operasional.


"Jam Operasional kegiatan tempat hiburan, tempat wisata, tempat bermain,
rumah makan/restaurant, toko modern, pusat perbelanjaan, pusat kuliner, dan
gedung pertemuan mulai pukul 10.00 - 21.00 WIB. Sedangkan jam operasional hiburan malam mulai pukul 19.00 -24.00 WIB," imbuhnya.

Klik juga : 

Untuk acara meeting, rapat, focus Group Discussion (FGD) di hotel, restoran, gedung pertemuan jumlah peserta maksimal 150 orang dan tidak melebihi 50 persen dari kapasitas gedung.

"Untuk acara resepsi jumlah tamu maksimal 300 orang dan tidak melebihi 50 persen dari kapasitas gedung," terangnya (*/golali.com)

 

Baca juga berita dari Simmanews.com