Yenny Yuanita, Alam dan Sosok Ibu Menjadi Titik Tolak Berkarya

Yenny Yuanita, Alam dan Sosok Ibu Menjadi Titik Tolak Berkarya
Dok Pribadi Yenny Yuanita

 

BANDUNG (golali.com) - Dalam menghasilkan karya seni seorang kreator selalu memiliki pesan yang ingin disampaikan, bisa berawal dari kehidupan, kegelisahan, lingkungan sekitar, maupun kekaguman sang pengkarya akan suatu hal. Begitupun dengan Yenny Yuanita, seorang seniwati dari Kota Bandung yang banyak menghasilkan karya bertitik tolak dari kekagumannya pada sosok ibu dan kondisi alam. 


"Karya-karya saya lebih terkait dengan isu-isu yang sedang booming pada saat itu, tetapi kebih ke kondisi alam dan sosial. Pesan-pesanya hanya supaya kita mencintai alam saja maka kita akan dicintai alam. Kalo sosial paling saya lebih mengusung ke tema spesifik seorang ibu. Karena saya pencinta alam dan pecinta ibu. Saya selalu salut dengan seorang ibu," terang Yeye sapaan akrab dari Yenny Yuanita kepada golali.com. 

Dalam berkesenian Yeye tidak hanya membatasi diri dalam satu jenis tari, ia menggeluti semua jenis tarian mulai dari tradisional, modern, dan kontemporer. 

"Meskipun saya orang spesialis kontemporer tetapi akarnya saya ambil dari tradisi. Saya menyukai semua jenis tarian. Tidak terkecuali. Mungkin juga karena jiwa saya sudah sangat mencintai seni tari," imbuh Yeye.

Begitupun dalam dunia seni, meskipun mencintai seni tari tetapi Yeye sering pula terlibat dalam berbagai bidang seni mulai dari seni teater, musik, dan seni rupa. 

"Jika ada teman-teman di luar seni tari membutuhkan saya utk membantu performnya maka akan saya bantu," ucap Yeye.

Sosok yang menjadi inspirasi dirinya untuk terus berkarya dan berdedikasi di dunia seni, yaitu Seniman Alfiyanto yang telah memperkenalkan Yeye dalam belantara seni  sehingga banyak mencetak berbagai prestasi. 

"Seniman yang menginspirasi yaitu guru sya sendiri, Uda Alfiyanto. Beliaulah yang memperkenalkan dan mencetak saya menjadi saya yang sepeti sekarang ini," imbuh Yeye. 

Hidup dalam dunia seni bagi Yeye lebih banyak memberikan suka dibandingkan duka. Pasalnya menjadi seniwati sudah menjadi hobinya. 

"Sukanya 95 persen dan dukanya hanya 5 persen. Berhubung seni adalah hobi saya jadi saya merasa kebanyakan sukanya.  Paling dukanya hanya kurang tidur saja," kata Yeye ceria. 

Yeye berharap kiprahnya dalam dunia seni bisa memberikan manfaat bagi orang lain dan bisa terus berkarya. Selain menjadi seniwati, Yeye pun menjadi akademisi di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bandung. 

"Tantangan menjadi dosen dan seniwati adalah harus bisa memanage waktu dalam mengajar, berkarya, dan keluarga," pungkas Yeye. 

 

Biodata                    

 

 

Nama Lengkap

:

Yenny Yuanita S.Sn, M.Sn

Panggilan

:

Yeye

Lahir

:

Bandung, 1 Januari 1988

Pendidikan

:

Sarjana Seni dan Magister Seni ISBI Bandung