Yogyakarta TDB Sampai Akhir Februari, ini yang Boleh Dilakukan

Yogyakarta TDB Sampai Akhir Februari, ini yang Boleh Dilakukan
Kawasan Malioboro. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta memperpanjang TDB sampai akhir Februari 2021

YOGYAKARTA (Golali.com) – Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana (TDB) Covid-19.

 

Hal ini berdasarkan Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 28/Kep/2021 tentang Penetapan Perpanjangan Kesembilan Status Tanggap Darurat Bencana Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Klik juga : 


Keputusan ini ditandatangi Gubernur DIY Hamengku Buwono X pada 1 Februari 2021. Waktu tanggap darurat atas pandemi ini berlaku dari 1 sampai 28 Februari 2021. 


“Keputusan ini guna kesinambungan penangan dan untuk mengantisipasi serta mengurangi dampak yang diakibatkan Covid-19,” tulis Gubernur DIY Hamengku Buwono X.


Dalam keputusan tersebut, Gubernur menyatakan status tanggap darurat tersebut dapat diperpanjang. Sesuai dengan kondisi dan perkembangan yang terjadi. 


Selain itu, Gubernur menugaskan Wakil Gubernur Daerah DIY  guna mengambil langkah dan tindakan yang diperlukan untuk mencegah dan menangani dampak buruk yang ditimbulkan. 


Meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi, isolasi, perlindungan, pengurusan, penyelamatan, serta pemulihan korban Covid-19 di DIY. 


Untuk diketahui sejak bergulirnya wabah Covid-19 di Tanah Air, termasuk Provinsi DIY. Pemerintah DIY telah menerapkan TDB pada 20 Maret 2020.

Melihat situasi kasus positif Covid-19 dan beberapa daerah lainnya, TDB tersebut terus mengalami perpanjangan. Pada mulanya TDB berlangsung dalam beberapa bulan yakni dari 20 Maret sampai 29 Mei 2020.


Kemudian Gubernur DIY melakukan perpanjangan TDB,  melalui Keputusan Gubernur dengan rata-rata TDB berlaku satu bulan. Terakhir TDB kedelapan yang berlangsung pada 1 sampai 31 Januari 2021.


Sekedar informasi, kasus konfirmasi virus corona di Indonesia pertama kali ditemukan di Jakarta dan diumumkan Presiden Jokowi pada 2 Maret 2020 lalu. Sepekan setelah penemuan kasus tersebut, Presiden mengeluarkan kebijakan untuk melakukan aktivitas di rumah. Mulai dari kerja, belajar, dan beribadah di rumah.

Sementara di Provinsi DIY, berdasarkan data laman corona.jogjaprov.go.id, hingga sekarang tercatat 22.047 kasus positif Covid-19. (*/Golali.com)     
    

Klik juga :