Ayam Tangkap Kedai Kopi Tarik Ulur, Berikan Pengalaman Rasa yang Maksimal

Ayam Tangkap Kedai Kopi Tarik Ulur, Berikan Pengalaman Rasa yang Maksimal
Ayam Tangkap Kedai Kopi Tarik Ulur /Dok golali.com

 

BANDUNG (golali.com) - Ayam tangkap menjadi menu unggulan, dari Kedai Kopi Tarik Ulur yang berada di Jalan Terusan Cigadung No 6 Kota Bandung. 

Sajian kuliner khas Aceh ini, kaya akan beragam rempah. Tak hanya bumbu pada sajian daging ayamnya, namun juga rempah yang menutupi ayam, sebagai ciri khas dari ayam tangkap.

Saat pertama kali disajikan, saya sempat heran karena di piring saji hanya terdapat lengkuas yang ditumbuk, daun kari, daun pandan, dan potongan cabai hijau serta merah keriting yang digoreng.

 

Ternyata begitu membongkar rempah dan dedaunan, barulah menyeruak potongan daging ayam goreng. Jangan salah, meskipun sama-sama dimasak dengan cara digoreng, ayam tangkap Kedai Kopi Tarik Ulur memiliki cita rasa dan tekstur yang berbeda dengan ayam goreng pada umumnya.

Ayam tangkap ini, menggunakan daging ayam kampung yang dikirim langsung dari Yogyakarta

Meskipun menggunakan daging ayam kampung, tekstur daging ayam tangkap Kedai Kopi Tarik Ulur sangat lembut dengan bumbu yang sangat meresap. Ditambah dengan kriuknya daun kari yang diimpor dari Aceh, lengkuas, daun pandan, dan potongan cabai hijau serta merah.

Semuanya bercampur menjadi satu saat disantap dengan nasi hangat yang pulen. Plus dicocol pada sambal tarik dengan rasa pedasnya yang hot.

 

"Proses pemasakan ayam tangkap melalui proses yang lama dengan teknik khusus," cerita pemilik Kedai Kopi Tarik Ulur, Agung Pramudya Wijaya saat berbincang dengan golali.com di Kedai Kopi Tarik Ulur, di Jalan Terusan Cigadung No 6 Kota Bandung. 

Agung menjelaskan untuk memberikan tekstur yang pas dengan bumbu yang meresap sempurna, daging ayam kampung melewati pengungkepan bersama bumbu kurang lebih selama lima jam. 

"Ini tidak boleh terlalu lama atau sebentar tetapi harus pas dengan teknik khusus," kata bassist Cherrybombshell ini. 

Selain penanganan daging ayam dengan cara yang khas, untuk lengkuas pun harus melalui penumbukan menggunakan penumbuk tradisional yaitu lumpang dan alu. 

"Ini pun waktunya lama, tapi saya ingin menghadirkan makanan yang unik dan berbeda dari yang sudah ada," tambah Pecunk panggilan dari Agung. 

Tak sampai di sana, proses menggoreng daging ayam dan rempah-rempah tersebut harus dengan cara khusus. 

 

Sambal Tarik 

Pecunk menjelaskan awalnya, sambal untuk ayam tangkap mengikuti sambal aslinya dari Aceh, yaitu sambal kecap. 

Sambal ini terdiri dari kecap memakai irisan cabai rawit, bawang merah, dan tomat. 

"Tapi banyak pelanggan yang request ingin sambal lain, saya pun bereksperimen bikin sambal yang pedes banget ini. Pelanggan banyak yang menyebutnya sambal tarik, karena rasanya yang pedas," urai Pecunk.

 

Ayam Tangkap di Bandung

Pecunk ingin ayam tangkap dari Kedai Kopi Tarik Ulur, membuat trademark jika ayam tangkap di Bandung identik dengan Kedai Kopi Tarik Ulur begitupun sebaliknya.


Ayam tangkap Kedai Kopi Tarik Ulur ini, tidak hanya bisa pelanggan dapatkan di Jalan Terusan Cigadung No 6 Kota Bandung.  Pelanggan bisa memesannya secara online, melalui layanan pesan antar berbasis  ojek online maupun jasa pengantaran lainnya.

Selain pelanggan di Kota Bandung, ayam tangkap ini banyak dipesan penyuka ayam tangkap yang ada di Pulau Jawa baik dalam bentuk ayam tangkap mentah maupun matang. Untuk ayam tangkap mentah, sang pemilik akan memberikan tutorial cara menggorengnya.

Uniknya wadah untuk pengiriman paket ini, menggunakan besek yang terbuat dari anyaman bambu. Sehingga tidak menambah beban sampah yang tidak bisa terurai.

Sajian ayam tangkap ini pun disukai pengusaha kuliner legend dari Kota Bandung salah satunya pemilik Yoghurt Cisangkuy Sumarni, politisi mantan Wakil Gubernur Jawa Barat sekaligus aktor Deddy Mizwar.

Hasil intipan dari instagram sang pemilik Kedai Kopi Tarik Ulur, pakar kuliner William Wongso pernah memesan ayam tangkap di sini. 

"Pernah ada yang bawa ke Abu Dhabi (Uni Emirat Arab) sudah matang dan disimpan 10 hari dan masih enak. Sekarang rencananya mau kirim ke Pontianak (Kalimantan Barat)," terang Pecunk.

Untuk menikmati seporsi ayam tangkap tanpa harus menangkap ayamnya terlebih dahulu, kita cukup mengeluarkan Rp35.000, murah bukan?(*/golali.com)